Cara Mengganti Icon Pada Blogger


(TIPS AND TRICKS)

Halo sobat,,kali ini saya akan berbagi ilmu tentang Cara Mengganti Icon Pada Blogger...

Berikut Cara Mengganti Icon Pada Blogger

Cara 1 :
1. Login ke blogger kamu
2. Pilih menu Rancangan >> Edit HTML >> Centang Expand Template Widget
3. Cari kode <b:skin>  , tempatkan script berikut sebelum kode <b:skin>


<link href='URL GAMBAR' rel='shortcut icon' type='image/vnd.microsoft.icon'/>
4. Ganti tulisan URL gambar dengan URL gambar kamu, ukuran bebas
5. Terakhir, simpan template , dan lihat hasilnya ...

Cara 2 :
1. Login ke blogger kamu
2. Pilih menu Rancangan >> Edit HTML >> Centang Expand Template Widget
3. Cari kode </head> (Cari menggunakan CTRL+f) tempatkan script berikut sebelum kode </head>
<link href='URL GAMBAR' rel ='SHORTCUT ICON'/>
4. Ganti tulisan URL gambar dengan URL gambar kamu, ukuran bebas juga
5. Cara yang hampir sama dengan cara yang ke-2 .. 
NB : URL GAMBAR ganti dengan url yang dituju

Kurikulum Baru 2013, Daftar Mata Pelajaran Wajib dan Mata Pelajaran Pilihan


(PENGETAHUAN)
 Masih tentang Kurikulum Baru 2013 untuk level menengah atas alias SMA dan SMK (koq MA gak ada ya?). Seperti yang sudah disebutkan di sini tentang penghapusan jurusan IPA, IPS dan bahasa, maka sistem pendidikan di SMA menjadi mirip-mirip kuliahan yaitu sistem sks. Artinya akan ada mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan. Strategi kurikulum yang patut disayangkan, disayangkan kenapa baru saat ini hendak diberlakukan, padahal di pendidikan tinggi (kuliah) sudah lama dilakukan, sehingga sinergi kesinambungan harusnya sudah lama terjadi antara pendidikan sekolah dengan pendidikan tinggi. Tapi tidak apa-apalah terlambat dari pada tidak sama sekali 
Ngomong-ngomong tentang mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan yang hendak diterapkan di SMA, kali ini akan saya share mata pelajaran apa saja yang masuk wajib atau yang mana yang pilihan.
Mata Pelajaran Wajib (Kelompok A)
1. Pendidikan Agama
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3. Matematika
4. Sejarah Indonesia
5. Bahasa Indonesia
6. Bahasa Inggris
Mata Pelajaran Wajib (Kelompok B)
1. Seni Budaya
2. Prakarya
3. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Masing-masing pelajaran di atas memiliki alokasi waktu 2 jam pelajaran, atau total 18 jam pelajaran setiap minggunya. Mata pelajaran wajib di atas berlaku untuk kelas X, XI dan XII.
Mata Pelajaran Pilihan (Kelompok C) atau Peminatan Akademik A. Peminatan Matematika dan Sains
1. Biologi
2. Fisika
3. Kimia
4. Matematika
B. Peminatan Sosial
1. Geografi
2. Sejarah
3. Sosiologi dan Anthropologi
4. Ekonomi
C. Peminatan Bahasa
1. Bahasa dan Sastra Indonesia
2. Bahasa dan Sastra Inggris
3. Bahasa dan Sastra Arab
4. Bahasa dan Sastra Mandarin
Masing-masing mata pelajaran pilihan peminatan akademik di atas memiliki alokasi 4 jam pelajaran atau total 16 jam pelajaran yang bisa diambil selama seminggu. Mata pelajaran pilihan peminatan akademik di atas berlaku untuk kelas X, XI dan XII.

Pilihlah Sesuai Minat dan Bakat
Dan yang terakhir adalah mata pelajaran pilihan bebas (6 jam pel;ajaran) yang bisa dipilih sebagai tambahan skill. Kelompok mata pelajaran ini terdiri dari:
1. Literasi Media (2 jam pelajaran)
2. Bahasa Asing Lain (Korea, Jepang, Jerman, Prancis, dll) (2 jam pelajaran)
3. Teknologi Terapan (2 jam pelajaran)
4. Pilihan Pendalaman Minat atau Lintas Minat (4 jam pelajaran)
Jadi, selama seminggu atau 6 hari sekolah setiap siswa dituntut untuk melahap 40 jam pelajaran, jika di rata-rata dalam sehari ada 7 jam pelajaran. Jika jumat dan sabtu dianggap hari pendek, maka senin-kamis bisa 8 jam pelajaran, sisanya hari jumat dan sabtu. Sebagai perbandingan, untuk saat ini senin-kamis 8 jam pelajaran, jumat 5 jam pelajaran dan sabtu 7-8 jam pelajaran, jadi total 45-46 jam pelajaran. Jadi, Setiap peserta didik wajib menempuh 40 jam pelajaran per-minggu, terdiri dari 18 JP wajib, 16 JP peminatan, dan 6 JP pilihan.
Oh iya, Kurikulum Baru 2013 di atas sebenarnya masih dalam tahap uji publik, belum disahkan 100% pemberlakuannya, namun paling tidak kita punya gambaran seperti apa rencana kurikulum yang telah disiapkan oleh pemerintah dalam hal ini kementerian pendidikan dan kebudayaan. Jika selama ini kita dipusingkan dan dibikin kesal dengan sistem kurikulum yang berubah-rubah, okelah itu normal tapi setidaknya kita masih bisa berharap dan terus berharap pendidikan di negara besar Indonesia ini akan semakin maju, tidak lagi ketinggalan dengan negara-negara maju lainnya.
So, buat brosis yang saat ini sudah menginjakkkan kaki di dunia putih abu-abu, kurikulum di atas tidak akan berlaku buat kalian, ini (seandainya nantinya benar-benar diterapkan) maka “korban” pertama adalah siswa baru tahun pelajaran 2013-2014 alias murid baru kelas X. Hayooo…lebih milih sains atau sosial…..atau malah bahasa? yang pasti di mata pelajaran wajib ada namanya Matematika, siapa saja yang tidak suka pelajaran ini dan berharap menghindarinya, satu-satunya cara ya tidak sekolah hehehehe……Siapkah kita menyambut Kurikulum Baru 2013?

Cara Membuat Link NewTap Pada Blog


 (TIPS AND TRICKS)
Untuk membuat kode HTML berupa link yang apabila diklik dan menuju alamat link lain dengan Open New Tab sebenarnya sangat mudah. Cukup Anda tambahkan target='_blank' pada kode HTML link yang ingin Anda buat. Pastikan sebelum kata target spasi Contohnya :

<a href=
'http://yakobusrw.blogspot.com/'  target='_blank'>Judul Link</a>

Ya, Anda tambahkan sesudah alamat yang ingin Anda tuju (tulisan yang berwarna merah). Mudah bukan?


·                     Contoh link yang terbuka ke Open New Tab : KLIK DISINI
·                     Contoh link yang tidak terbuka ke Open New Tab : KLIK DISINI

Katolik


Kata Katolik berasal dari kata sifat bahasa Yunani, ÎºÎ±Î¸Î¿Î»Î¹ÎºÏŒÏ‚ (katholikos), artinya "universal".[1] Dalam konteks eklesiologi Kristen, kata Katolik memiliki sejarah yang kaya sekaligus beberapa makna. Bagi sebagian pihak, istilah "Gereja Katolik" bermakna Gereja yang berada dalam persekutuan penuh dengan Uskup Roma, terdiri atas Ritus Latin dan 22 Gereja Katolik Timur; makna inilah yang umum dipahami di banyak negara. Bagi umat Protestan, "Gereja Katolik" atau yang sering diterjemahkan menjadi "Gereja Am" bermakna segenap orang yang percaya kepada Yesus Kristus di seluruh dunia dan sepanjang masa, tanpa memandang "denominasi". Umat Gereja Ortodoks Timur, Gereja Anglikan, Gereja Lutheran dan beberapa Gereja Metodis percaya bahwa Gereja-Gereja mereka adalah katolik, dalam arti merupakan kesinambungan dari Gereja universal mula-mula yang didirikan oleh para rasul. Baik Gereja Katolik Roma maupun Gereja Ortodoks percaya bahwa Gerejanya masing-masing adalah satu-satunya Gereja yang asli dan universal. Dalam "Kekristenan Katolik" (Termasuk Komuni Anglikan), para uskup dipandang sebagai pejabat tertinggi dalam agama Kristen, sebagai gembala-gembala keesaan dalam persekutuan dengan segenap Gereja dan dalam persekutuan satu sama lain.[2] Katolik dianggap sebagai salah satu dari Empat Ciri Gereja. Ketiga ciri lainnya adalah Satu, Kudus, dan Apostolik,[3] sesuai Kredo Nicea tahun 381: "Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik."

 

Riwayat penggunaan kata "katolik" dalam Gereja

Ignatius dari Antiokhia

Sepucuk surat yang ditulis oleh Ignatius kepada umat Kristiani di Smyrna[4] sekitar tahun 106 adalah bukti tertua yang masih ada mengenai penggunaan istilah Gereja Katolik (Surat kepada jemaat di Smyrna, 8). Gereja Katolik digunakan Ignatius untuk menyebut Gereja universal dalam persekutuan dengan Uskup Roma (Sri Paus). Kaum bidaah tertentu pada masa itu, yang menyangkal bahwa Yesus adalah insan jasmaniah yang benar-benar menderita sengsara dan wafat, dan justru berkata bahwa "dia hanya tampak seolah-olah menderita sengsara" (Surat kepada jemaat di Smyrna, 2), bukanlah umat Kristiani sejati dalam pandangan Ignatius.[5] Istilah Gereja Katolik juga digunakan dalamKemartiran Polikarpus pada 155, dan dalam Canon Muratorianus, sekitar 177.

St. Kiril dari Yerusalem

St. Kyril dari Yerusalem (sekitar 315-386) mengimbau orang-orang yang sedang menerima bimbingan iman Kristiani darinya demikian: "Jika kalian berada di dalam kota-kota, jangan hanya bertanya di manakah Rumah Tuhan (karena sekte-sekte profan lainnya juga berusaha menyebut tempat-tempat mereka sendiri Rumah-Rumah Tuhan), jangan juga hanya bertanya di manakah Gereja, tetapi bertanyalah di manakah Gereja Katolik. Karena inilah nama khusus dari Gereja yang Kudus ini, bunda kita semua, yang adalah mempelai dari Tuhan kita Yesus Kristus, Putera Tunggal Allah" (Materi-materi Katekisasi, XVIII, 26).[6]

Theodosius

Istilah Kristen Katolik termuat dalam undang-undang kekaisaran Romawi tatkala Theodosius I, Kaisar Romawi dari 379 sampai 395, mengkhususkan nama tersebut bagi para penganut "agama yang diajarkan kepada orang-orang Romawi oleh Rasul Petrus yang suci, karena agama itu telah terpelihara berkat tradisi yang kuat dan yang kini dianut oleh Pontif (Paus) Damasus dan oleh Petrus, Uskup Aleksandria ...sedangkan bagi orang-orang lain, karena menurut penilaian kami mereka adalah orang-orang gila yang bodoh, kami nyatakan bahwa mereka harus ditandai dengan sebutan nista sebagai kaum bidaah, dan tidak boleh menyebut tempat-tempat pertemuan mereka sebagai gereja-gereja." Undang-undang 27 Februari 380 ini termaktub dalam kitab 16 dari Codex Theodosianus.[7] Undang-undang ini mengukuhkan Kristianitas Katolik sebagai agama resmi Kekaisaran Romawi.

Augustinus dari Hippo

Penggunaan istilah Katolik untuk membedakan Gereja "sejati" dari kelompok-kelompok bidaah juga dilakukan oleh Augustinus yang menulis demikian:
"Dalam Gereja Katolik, ada banyak hal lain yang layak membuat saya tetap berada dalam rahimnya. Kesepahaman orang-orang dan bangsa-bangsa membuat saya bertahan dalam Gereja; begitu pula otoritasnya, dikukuhkan oleh mukjizat-mukjizat, disuburkan oleh pengharapan, diperbesar oleh kasih, dan diperkokoh oleh usia. Suksesi para imam membuat saya bertahan, mulai dari tahta Rasul Petrus sendiri, yang kepadanya Tuhan, sesudah kebangkitanNya, memberi tugas untuk menggembalakan domba-dombaNya (Jn 21:15-19), turun sampai para uskup yang ada sekarang.
"Dan begitulah, akhirnya, dengan nama Katolik, yang, bukan tanpa alasan, di tengah-tengah begitu banyak bidaah, telah dipertahankan Gereja; sehingga, sekalipun semua kaum bidaah ingin disebut umat Katolik, namun bilamana ada orang asing yang bertanya di manakah Gereja katolik berhimpun, tidak satupun bidaah yang sanggup menunjuk kapel atau rumahnya sendiri.
"Sebanyak itulah jumlah dan makna ikatan-ikatan mulia yang dimiliki nama Kristiani itu yang menahan seorang beriman agar tetap dalam Gereja Katolik, sebagaimana yang seharusnya ... Dengan kamu, di mana tak ada satu pun hal-hal ini untuk memikat atau menahan saya... Tak seorangpun dapat melepaskan saya dari iman yang mengikat pikiran saya dengan ikatan-ikatan yang begitu banyak dan begitu kuat pada agama Kristiani... Di pihak saya, saya tidak percaya akan injil kecuali digerakkan oleh otoritas Gereja Katolik."
— St. Augustinus (354–430): Melawan Epistola kaum Manikeus yang disebut Fundamental, bab 4: Bukti-bukti iman Katolik.[8]

Sejarah singkat gereja Katolik Roma

Awalnya, jemaat Kristen berada di bawah kepemimpinan besar lima daerah, yaitu Yerusalem, Antiokia, Aleksandria, Konstantinopel, dan Roma. Uskup Roma dikenal oleh 5 daerah sebagai "yang pertama", permasalahan dengan doktrin dan prosedur banyak mengambil Roma sebagai masukan pendapat. Kursi Roma merupakan kursi dari suksesor Santo Petrus yang mendapat julukan "Pangeran Para Rasul" sebagai tanda persatuan Gereja[9].
Perpecahan-perpecahan besar dalam struktur Gereja sebagai lembaga tercatat sebagai berikut:
·         Perpecahan pertama pada gereja terjadi pada saat Konsili Efesus (431), yang menyatakan status Perawan Maria sebagai Theotokos (Bunda Allah). Kebanyakan yang menolak hasil keputusan ini adalah Kristen Persia, gereja yang sekarang dikenal sebagai Gereja Asiria Timur.
·         Perpecahan berikut terjadi setelah Konsili Khalsedon (451). Konsili ini menolak Monofisit. Umat Kristen yang menolak ini dikenal sebagai Komuni Oriental Ortodoks.
·         Perpecahan besar pertama dalam Gereja Katolik terjadi pada abad 11. Masalah perbedaan doktrin tentang rumusan Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel (lihat filioque). Gereja Katolik pun terbagi menjadi dua, yaitu "Barat" dan "Timur". Inggris, Perancis, Roma dan negara-negara Skandinavia termasuk Gereja "Barat" (Gereja Katolik Roma). Sedangkan Yunani, Rusia, Suriah, Mesir termasuk dalam Gereja "Timur" (Gereja Ortodoks Timur). Perpecahan ini dikenal sebagai Skisma Timur-Barat.
·         Perpecahan terbesar dalam Gereja Katolik Roma terjadi pada abad ke-16 dengan adanya Reformasi Protestan yang melahirkan gereja-gereja Protestan.
·         Perpecahan terakhir terjadi ketika Raja Henry VIII dari Inggris memisahkan seluruh gereja-gereja di kerajaannya dari persekutuan dengan Paus karena permintaannya untuk menikah kedua kalinya sementara istri pertamanya masih hidup ditolak. Kelompok gereja inilah yang dikenal sebagai Gereja Anglikan Inggris.
Seluruh grup di atas kecuali Protestan masih menyebut persekutuan mereka sebagai Katolik. Dewasa ini, semakin banyak Gereja-Gereja Timur yang kembali ke dalam persekutuan penuh dengan Roma, namun dengan tetap mempertahankan tata cara beribadah mereka. Kelompok ini dikenal dengan sebutan Gereja Katolik ritus Timur.

Gereja Katolik Roma

Lihat pula: Gereja Katolik Roma
Secara umum, sebutan Gereja Katolik merujuk pada Gereja Katolik Roma. Kata Roma diatributkan pada Gereja ini karena Gereja Katolik mengimani Paus yang berkedudukan di kota Roma, Italia sebagai kepala gereja yang kelihatan, wakil Yesus Kristus di bumi, yang merupakan kepala utama gereja yang tak kelihatan. Paus adalah penerus Petrus turun temurun yang tidak terputuskan. Menurut tradisi gereja, Petrus menjadi uskup Roma dan menjadi martir di sana. Gereja Katolik dengan penambahan kata Roma sendiri sebenarnya tidak pernah menjadi nama resmi yang digunakan oleh Gereja Katolik.

Sakramen

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sakramen (Katolik)
Gereja Katolik mengajarkan bahwa Yesus Kristus menginstitusikan tujuh sakramen, tidak lebih dan tidak kurang, baik menurut Kitab Suci [10] maupun Tradisi Suci dan sejarah Gereja[11]. Adapun sakramen yang diakui oleh Gereja Katolik Roma sebagai berikut:
·         Baptis
·         Pengakuan dosa
·         Ekaristi
·         Penguatan/Krisma
·         Imamat
·         Pernikahan
·         Pengurapan orang sakit
Dalam ajaran Katolik, sakramen adalah berkat penyelamatan khusus yang oleh Yesus Kristus diwariskan kepada gereja. Santo Agustinus menyebut sakramen sebagai "tanda kelihatan dari rahmat Allah yang tidak kelihatan"[12].

Katolik di Indonesia

Penyebaran agama Katolik sudah dimulai sejak kedatangan Portugis di Indonesia yang dilakukan oleh beberapa misionaris pada abad ke-16 dan abad ke-17 di bagian timur seperti di Maluku dan Flores. Agama katolik baru memasuki tanah Jawa pada masa pemerintahan Herman Willem Daendels di Batavia awal abad-19 dengan didirikan gereja pertama di sana pada tahun 1807 dan disertai dengan diakuinya oleh Vatikan. Pada 2005, sekitar 3,05%–7.380.203 dari 241.973.879 penduduk Indonesia, beragama Katolik[13].

Penyakit Leukemia

 (KESEHATAN) Penyakit Leukemia adalah suatu penyakit proliferasi neoplastik yang sangat cepat dan progresif, yang ditandai oleh proliferasi abnormal dari sel-sel hematopoitik yang menyebabkan infiltrasi yang progresif pada sumsum tulang. Proses diferensiasi dari sel-sel leukemia ini biasanya tidak matang. Akumulasi sel abnormal dari sel blast jenis tertentu akan menimbulkan gangguan sistem pembentukan hormon sel darah merah, gangguan system untuk pembentukan likosit dan gangguan sistem pembentukan trombosit. Kanker darah tidak menular dan bukan merupakan penyakit keturunan.
Penyakit Leukemia yang juga sering dikenal sebagai  kanker darah merupakan penyakit dalam klasifikasi kanker pada darah atau sumsum tulang. Penyakit Leukemia ini ditandai oleh sel darah putih yang membelah tidak terkendali. Pada penderita Penyakit Leukemia, sel-sel normal di dalam sumsum tulang digantikan oleh sel tak normal yang kemudian sel-sel tak normal ini keluar dari sumsum dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah dan mendesak sel-sel darah yang normal. Sel leukemia mempengaruhi proses pembentukan sel darah normal juga imunitas tubuh pada penderita.

Perkembangan Penyakit Leukemia atau penyakit kanker darah sekarang ini belum dapat predikisi secara dini dan penyebabnya belum bisa di deteksi. Paparan radiasi secara berlebih, beberapa zat kimia dan bahan penyebab yang bisa menimbulkan kanker, makanya berhati-hatilah mengkonsumsi makanan dan minuman menggunakan zat pewarna mempunyai andil terhadap terjadinya penyakit leukemia.
Gejala Leukemia
Gejala Leukemia yang timbul di setiap penderita yang terkena penyakit leukemia berbeda-beda namun gejala secara umum adalah sebagai berikut :
  • Anemia. Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).
  • Perdarahan. Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit).
  • Terserang Infeksi. Pada Penderita Leukemia, sel darah putih yang diterbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.
  • Nyeri Tulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.
  • Nyeri Perut. Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita penyakit leukemia.
  • Pembengkakan Kelenjar Lympa. Penderita kemungkinan besar mengalami pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini dan menyebabkan pembengkakan.
  • Kesulitan Bernafas (Dyspnea). Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan pertolongan medis.
Penyebab Leukemia
Penyebab leukemia sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa foktor yang di duga mempengaruhi terjadinya penyakit leukemia
  • Radiasi. Penderita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, Penyakit Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.
  • Leukemogenik. Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi penyakit leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.
  • Epidemilogi. Pola kesehatan dan penyakit serta fakor yang terkait di tingkat populasi
1.      Di Afrika, 10-20% penderita LMA  (Leukemia mielositik akut) memiliki kloroma di sekitar orbita mata
2.      Di Kenya, Tiongkok, dan India, LMK (Leukemia mielositik kronis) mengenai penderita berumur 20-40 tahun
3.      Pada orang Asia Timur dan India Timur jarang ditemui LLK (Leukemia limfositik kronis).
  • Herediter. Penderita Down Syndrome memiliki insidensi penyakit leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.
  • Virus. Beberapa jenis virus dapat menyebabkan penyakit leukemia, seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.
Alternatif Pengobatan Penyakit Leukemia
XAMthone Plus adalah minuman herbal yang terbuat dari ekstrak kulit manggis, sangat ampuh sembuhkan penyakit leukemia ini berdasar bukti ilmiah. Penelitian di Jepang yang menggunakan enam jenis senyawa dalam xanthone, yaitu alpha-mangostin, beta-mangostin, gamma-mangostin, mangostinone, garcinon E, dan 6 (2-isoprenyl-1,7-dihydroxy-3-methoxy) xanthone, menyimpulkan bahwa senyawa-senyawa tersebut mampu menghambat pertumbuhan sel leukemia manusia atau HL60 (system model sel kanker pada darah).
Ini dibuktikan oleh K Matsumoto dan rekan-rekan dari Gifu International Institute of Biotechnology. Dalam penelitian itu, Matsumoto (2003) meneliti secara in vitro efek pemberian 6 jenis xanthone (antioksidan pada kulit manggis) terhadap sel leukemia HL60. Hasil penelitian menunjukan seluruh xanthone mampu menghambat pertumbuhan sel leukemia. Dari keenam xanthone itu alpha-mangostin yang mampu menghambat seluruh sel leukemia pada dosis 10 mikromolar. Matsumoto mengatakan alpha-mangostin membunuh sel kanker darah (sel leukemia) dengan cara induksi apoptosis. Apoptosis adalah kematian sel yang terprogram.

Terima kasih telah berkunjung.

Oleh Yakobus Rhio Widodo. Powered by Blogger.

www.CodeNirvana.in

Copyright © Belajar Dari Pengalaman | Distributed By My Blogger Themes | Designed By Code Nirvana